Untuk info seminar dan mengundang sebagai pembicara seminar hubungi 021-7364885 atau via email: jarotwj@yahoo.com

Senin, 24 Januari 2011

DOUGLAS Mc ARTHUR

Selama Perang Dunia I, Kolonel Douglas Mc Arthur memobilisasi anak buahnya dengan baik. Sehingga saat PD I berakhir, ia dianugerahi tujuh bintang perak dan medali pengabdian. Semua penghargaan itu ia terima karena kemampuan dan loyalitasnya yang tinggi dalam menggalang kerjasama dari pasukan yang dipimpinnya.

William Manchester mencoba menganalisa perbuatan Mc Arthur dalam bukunya American Caesar. Inilah analisa William Manchester terhadap Mc Arthur:

Dibandingkan dengan perwira tinggi yang seusia dengannya, Mc Arthur memang dekat dengan anak buahnya. Ia komandan yang ikut merasakan kegelisahan dan bahaya yang dialami dan dihadapi anak buahnya. Yang lebih baik lagi, ia sangat menghargai setiap orang yang dipimpinnya. Ia memiliki kelebihan yang dapat membakar semangat dan perasaan anak buahnya. Ia menaruh perhatian terhadap masing-masing mereka. Kelompok yang bermotivasi tinggi, sadar bahwa pemimpinnya mengasihi mereka dan mereka setia sampai akhir terhadap pemimpin seperti itu. Berbagai peristiwa yang mereka alami dalam peperangan adalah faktor yang memupuk kebersamaan dan kerjasama tim yang didasari oleh kesetiaan. Apa rahasia kesetiaan dari orang-orang gagah perkasa dibawah kepemimpinan Mc Arthur? Rahasianya adalah keberhasilan diraih ketika Mc Arthur tidak menikmati keberhasilan itu seorang diri. Ia memberikan kedudukan dan fasilitas yang baik kepada mereka yang setia.

All for one, atau semua untuk satu tujuan adalah prinsip yang ditanamkan pemimpin-pemimpin besar kepada sahabat-sahabatnya untuk mempertahankan kemenangan-kemenangan mereka. Kesatuan dan kesehatian anggota tim sangat berpengaruh terhadap kekokohan dan pencapaian hasil dari kerja yang maksimal. Prinsip ini berlaku dalam dunia apa saja, baik olahraga, bisnis atau yayasan maupun politik. Sebagai seorang pemimpin maka Anda harus sadar bahwa Anda membutuhkan orang lain dan Anda dibutuhkan orang lain.

Karena itu Anda harus menjadi pohon-pohon rindang untuk berteduh bagi anak buah Anda. Supaya anak buah Anda memiliki rasa aman bekerja dengan Anda. Komitmen Anda terhadap anak buah Anda akan menumbuhkan loyalitas anak buah kepada Anda. Tidak ada yang gratis dan tidak ada yang cuma-cuma. Setiap sikap yang kita berikan kepada anak buah, maka itu juga yang akan diberikan anak buah kepada pemimpinnya.

Karena itu jika Anda ingin sukses, maka selain mengisi otak Anda dengan ilmu pengetahuan terbaru atau tekhnologi yang canggih, lebih dari itu seorang bisa menjadi pemimpin karena kepribadiannya. Seorang diikuti oleh orang lain, karena karakternya. Seorang dijadikan contoh karena perilakunya. Oleh sebab itu, bangunlah kepribadian Anda dengan membangun karakter Anda. Perhatikan dan hargai anak buah Anda, maka Anda akan mendapatkan loyalitas dari mereka. Sehingga Anda akan diakui sebagai seorang pemimpin yang sejati, hidup maksimal, meraih prestasi puncak.

LAURIE MAGERS

Mengenai masalah mengembangkan dan memaksimalkan diri, maka Anda akan mendapat inspirasi dari cerita klasik ini.

Laurie Magers, seorang yang bekerja sebagai asisten manajer administrasi di sebuah perusahaan. Ia bekerja pada perusahaan itu dengan latar belakang pendidikan SLTA. Laurie gemar sekali membaca dan mengikuti berbagai seminar. Hal itu dilakukannya selama bertahun-tahun, sehingga ia memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Ketika perusahaan tempat ia bekerja mengadakan evaluasi menyeluruh dari orang-orang kunci, maka hasil pekerjaan Laurie mendapatkan nilai yang tinggi atau sama dengan hasil mereka yang berpendidikan S2. Semua itu berkat semangat kerjanya yang tinggi dan kegigihannya untuk mengikuti pendidikan informal. Akhirnya perusahaan memberikan jaminan untuk Laurie agar tetap dipekerjakan, walaupun kelak ada pengurangan pegawai di perusahaan itu.

Untuk mendapatkan sukses seperti Laurie Magers, maka kita bisa mengadopsi tiga kiat sukses yang diajarkan oleh Laurie:

Prinsip pertama adalah disiplin. Ketika kita ingin berhasil maka kita harus berusaha mendisplin diri sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Jangan berharap akan berhasil bila kita tidak mau hidup disiplin. Sebab mereka yang disiplin yang akan meraih sukses.

Prinsip kedua, kerja keras. Paculah diri kita bekerja lebih keras lagi sehingga dapat menghasilkan sesuatu dengan gemilang. Jangan menghitung-hitung tenaga yang telah kita keluarkan. Ketika kita belum melihat hasil dari apa yang kita kerjakan, maka kita harus memacu diri untuk bekerja lebih keras lagi. Percayalah bila sudah tiba waktunya untuk menuai, maka kita akan terkagum-kagum melihat hasil kerja keras kita, dan saat itu kita sudah bisa menikmati hasil dari kerja keras kita.

Prinsip ketiga adalah keahlian (skill). Setiap orang pasti memiliki keahlian. Jika ingin sukses maka keahlian yang kita miliki harus terus dikembangkan, dan jangan cepat puas atas apa yang telah dicapai. Singkirkan kemalasan, rasa malu atau minder, karena pendidikan formal kita rendah. Justru karena pendidikan formal kita rendah, kita harus terus meningkatkannya dengan mengikuti berbagai seminar atau pelatihan informal seperti yang dilakukan Laurie. Apa yang telah dilakukannya dalam meningkatkan keahliannya dengan mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan informal telah membuat dirinya memiliki kemampuan setara sarjana bahkan sarjana S2. Tetapi orang yang malas belajar akan ditinggalkan oleh lingkungan atau keadaan, karena zaman terus berubah dan membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi. Karena itu, selalu tingkatkan kemampuan kita.

Anda juga bisa membangun kesuksesan atas dasar integritas. Jika kemampuan, kepandaian dan intelektual sudah sulit untuk ditingkatkan maka integritas adalah hal yang masih bisa Anda tingkatkan. Kejujuran dan kebenaran. A adalah A, B adalah B. Anda menjagai perusahaan dimana Anda bekerja dengan integritas Anda, sehingga Anda menjadi orang yang dipercaya oleh pemilik perusahaan. Pemilik perusahaan tetap terus memakai Anda, bukan karena ilmu atau kemampuan atau kecerdasan otak Anda, tetapi karena integritas Anda. Anda bisa dipercaya karena integritas Anda. Jika pemilik perusahaan membutuhkan informasi yang benar, ketika ada pertikaian, ada perselisihan, maka pendapat ketiga yang bisa dipercaya adalah pendapat Anda, sebab Anda adalah orang yang berintegritas.