Untuk info seminar dan mengundang sebagai pembicara seminar hubungi 021-7364885 atau via email: jarotwj@yahoo.com

Minggu, 24 Oktober 2010

PUJIAN YANG WAJAR

Seorang yang sukses haruslah membuat orang lain sukses. Orang yang sukses adalah orang yang bisa membuat orang lain sukses. Seorang bapak yang bisa mebuat anak-anaknya sukses, maka dia adalah seorang bapak yang sukses. Seorang pemimpin yang bisa membuat anak buahnya sukses, tentu dia juga pemimpin yang sukses. Pemimpin, owner atau direksi yang sukses adalah yang bisa membuat para manajer atau para salesnya sukses.

Bagaimana cara membuat orang lain sukses itu penting. Dan ada tips untuk hal itu. Berikan pujian atau reward yang sewajarnya. Salah satu cara yang paling baik dalam memberikan dorongan kepada orang lain adalah dengan memberikan pengakuan atau pujian yang sepatutnya. Suatu kesalahan yang paling lazim dari para pemimpin adalah kegagalan dalam memberikan pengakuan dan penghargaan kepada orang lain.

Sebagai contoh JC Seatle melakukan analisa kepada pekerja di Amerika dan menemukan bahwa penyebab ketidak-puasan nomor satu di kalangan karyawan adalah kelalaian atasan dalam memberikan penghargaan kepada mereka.

Pujian pada tempatnya dan sepatutnya akan meningkatkan citra diri seseorang. Banyak orang yang tidak yakin akan kemampuan mereka. Saat ada orang lain yang menyatakan pujian dalam bidang tertentu, maka ia terdorong untuk melakukan bidang itu dengan lebih baik lagi. Banyak orang memiliki kemampuan, tetapi ia ragu-ragu dengan kemampuannya.

Saya pernah betemu dengan seseorang di Bandung yang memilki pengajaran-pengajaran bagus sekali, tetapi baru menulis dua buku. Saya sendiri sudah menulis buku lebih dari 25 judul dan telah dijual di berbagai toko buku dan counter gereja. Saya heran mengapa dia hanya menulis 2 buku, padahal menurut saya pengajarannya jauh lebih baik daripada saya. Lalu saya tanya bagaimana dia menulis buku. Ia berkata, mulanya ia ragu-ragu dalam menulis bukunya. Jangan-jangan pengajarannya tidak bagus, tidak bermutu. Karena saat dia akan menulis buku, justru orang-orang terdekatnya, istrinya dan anak-anaknya, yang menurunkan motivasinya. “Kamu mau menulis buku, apa ada yang baca. Apa ada yang beli”. Itulah perkataan istri, anak atau orang terdekat yang sering menghentikan langkah maju seseorang.

Tetapi suatu hari, ia mengunjungi sebuah pertemuan dan ia menyampaikan ceramah. Kebetulan di situ hadir seorang yang memiliki usaha penerbitan yang selesai acara menghampirinya dan berkata,”Wah, ceramah bapak luar biasa, kalau bapak mau menulis buku, saya mau menerbitkannya.” Pujian itu membuatnya terdorong untuk menulis buku, dan akhirnya bukunya diterbitkan, dan ternyata laku dijual. Maka ia menulis bukunya yang kedua. Saya yakin ia akan menulis buku-buku selanjutnya.

Ketika orang menerima buku saya yang pertama tahun 1998-1999, saya hanya menulis buku tipis setebal 40 halaman. Saya membagikannya dengan cuma-cuma. Dan orang-orang yang menerima dan membacanya mengucapkan terima kasih dan memberikan pujian kepada saya. Itu mendorong saya dan meyakinkan saya, bahwa saya bisa menulis. Sekarang saya menikmatinya. Saya menulis banyak buku dan dibeli oleh banyak orang. Tetapi awalnya, ada orang-orang di sekitar saya yang mendorong saya, mengakui saya dan memuji saya dalam ukuran yang wajar.

Berikan pujian yang sewajarnya kepada orang-orang di sekitarmu. Itu akan berarti bagi mereka dan membuat mereka sukses, dan Anda pun sukses.

TIDAK MUDAH TRAUMA

Untuk sukses seseorang perlu memiliki drive yang kuat, semangat yang menyala-nyala, berfikir positif dan tidak mudah menyerah dan trauma dengan peristiwa-peristiwa gagal yang mungkin pernah terjadi dalam hidupnya. Semua orang pasti pernah mengalami peristiwa gagal. Adakah di antara saudara yang tidak pernah gagal, mencari alamat jalan tidak pernah tersesat, makan tidak pernah tersedak, ujian selalumendapat nilai 100, pacaran tidak pernah putus dan langsung menikah? Saya yakin di seluruh muka bumi ini tidak ada orang yang tidak pernah gagal dalam hidupnya. Namun banyak orang yang tidak bereaksi secara wajar terhadap kegagalan yang pernah dia alami.

Saya utarakan ilustrasi ini. “Seekor kucing yang pernah duduk di atas sebuah tungku yang panas, tidak akan pernah lagi duduk di atas tungku yang panas tadi.” Demikian kata, Mark Twain, seorang ahli motivasi. Ia melanjutkan,”Dan kucing itu pun tidak akan pernah duduk di atas tungku lain yang dingin.” Kenapa? Rupanya kucing itu trauma. Tetapi tidak sedikit manusia yang juga seperti kucing itu. Ia melakukan kegagalan dalam satu bidang, maka ia tidak pernah mau lagi melakukan hal yang sama. Ia berketetapan untuk tidak mencoba lagi, atau tidak berusaha lagi di bidang itu. Padahal ia tidak tahu, barangkali saat ia mengalami kegagalan itu “tungkunya” sedang panas padahal sekarang “tungkunya” sudah dingin. Tetapi tetap saja ia tidak berani mencoba.

Untuk berhasil orang butuh ahli, butuh hati-hati, butuh bijaksana, butuh tahu dengan detail. Untuk bisa semua itu, kita butuh beberapa kali gagal sebelum berhasil. Misalnya orang yang bergerak di bidang usaha retail, ia gagal satu kali, coba lagi, dua kali gagal coba lagi, tiga kali gagal coba lagi. Maka dengan tiga kali gagal itu, ia akan lebih tahu dan berpengalaman. Ia tahu apa yang laku dan tidak laku, ia tahu apa yang disukai konsumen dan tidak, ia tahu warna yang disukai, bentuk seperti apa dan harganya bagaimana. Pengalaman tiga kali gagal itu mahal, semahal nilai kerugiannya. Dia tinggal melanjutnya. Mungkin akan terjadi satu atau dua kali gagal lagi, baru dia akan berhasil. Tetapi bila memutuskan untuk berhenti dan mengambil bidang yang lain, mungkin harus mengalami pengalaman gagal beberapa kali lagi. Dan kalau itu membuat ia tidak pernah mencoba sekali lagi, maka ia tidak akan pernah gagal lagi, tetapi juga ia tidak akan pernah berhasil.

Jadi, bagaimana agar hidup bisa sukses? Jangan pernah takut gagal. Jangan takut mencoba. Keberhasilan adalah bagian atau tidak bisa dipisahkan dari beberapa peristiwa gagal. Untuk berhasil, butuh beberapa kali gagal. Gagal adalah hal yang biasa. Hanya pecundang yang takut gagal. Tetapi bagi seorang pemenang, kegagalan adalah hal yang biasa. Tokh, nanti akan berhasil. Seorang pemenang juga tidak perlu menyembunyikan kisah-kisah gagalnya dan menganggap itu membuat reputasinya turun. Karena seorang pemenang yang akhirnya menang justru bisa membanggakan beberapa peristiwa gagalnya. Seorang pengecut menyembunyikan kegagalannya. Ia takut kegagalannya diketahui orang lain. Kalau Anda mau sukses, jangan takut gagal, jangan takut mencoba. Bila Anda berani gagal, berani mencoba, maka Anda sudah berada di jalan raya menuju sukses.